Powered By Blogger

Senin, 24 Oktober 2011

Kata Kata Motivasi

tancapkan mawar hitam diatas kepedihan,
yang tercium bukan wangi cinta namun harumnya NERAKA...!!!
banyak jiwa terluka karna cinta, maka acungkan jari tengah untuk PENGKHIANAT CINTA..

Agar Hati Selalu Damai



Hati akan selalu damai bila kita dapat mengelolanya dengan baik. Dan mengelola yang baik adalah dengan mengikuti petunjukan Sang Pembuat hati tersebut yakni Allah SWT yang dalam firmanNya menyatakan “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d (13) ayat 28).
Lalu bagaimana cara mengingat Allah? Lakukan dengan POWER. Power yang berati menguatkan diri untuk selalu dekat dengan Allah dan juga sebagai rumus sebagai berikut: Pelajari sejarah orang-orang besar (shaleh). Obati hati dengan Al-Qur’an, Waspada dengan kemaksiatan. Enyahkan kemalasan dan Rendah hati jangan dilupa.
Pelajari sejarah orang-orang besar. Cobalah kita menyimak perjalanan orang-orang shaleh yang dengan sungguh-sungguh mebersihkan hati dan dirinya untuk menjadi insan yang bertaqwa. Para nabi dan rasul serta sahabat termasuk juga orang-orang yang kembali ke jalan Ilahi yang sebelumnya hidup dalam kemaksiatan dapat kita ambil pelajaran dan hikmahnya. Betapa teguh dan gigihnya mereka untuk mempertahankan dan mengaktualisasikan imannya. Mereka harus melewati segala rintangan dan ujian dari yang ringan hingga yang berat. Dari sekedar caci maki, sindiran, dikucilkan hingga jiwanya menjadi korban pun ia siap semata-mata hanya untuk selalu dekat dan bersama Allah SWT. Baca buku-buku perjalanan para Nabi atau Sahabat atau juga Tokoh-tokoh kontemporer yang hanya karena ia komitmen untuk menjadi Muslim sejati, ia siap untuk mengorbankan segalanya.
Obati hati dengan Al-Qur’an. Sebagaimana kita ketahui bahwa nama lain dari Al-Qur’an adalah As Syifa’ yang berarti Obat. Artinya bahwa hati ini akan bisa lebih tenang bila kita merasa selalu bersama Allah. Dan untuk itu hendaklah kita selalu mendengarkan dan membacakan apa-pa yang telah Allah Firmankan. Dengan kata lain sering-seringlah membaca Al-Qur’an dengan rutin dan pelajari isinya melalui sarana pengajian atau majelis taklim, karena dengan demikian hati kita selalu terisi dengan cahaya-cahaya Ilahi.
Waspada kemaksiatan. Hindari segala macam jalan yang akan menuju kita ke arah kemaksiatan. Jangankan untuk berbuat namun harus dihindari sebelumnya artinya lebih kepada tindakan preventif (pencegahan), sebagaimana Allah memfirmankan untuk tidak mendekati zina, bukan untuk tidak berbuat zina. Bentengi diri dari berbagai macam kemaksiatan baik dari yang kecil maupun yang besar.
Enyahkan kemalasan. Mari kita mendobrak kemalasan. Ya, malas memulai melakukan sesuatu adalah dalih yang paling berbahaya. Hal ini karena ia membunuh potensi Anda. Ketika rasa malas muncul, Anda akan tampil di bawah performance maksimal Anda, sehingga Anda menjadi kurang bernilai dan kurang bermanfaat di hadapan diri sendiri dan orang lain. Padahal Nabi telah menganjurkan setiap orang agar bermanfaat untuk lingkungannya. “Yang paling baik di antaramu adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” Termasuk malas untuk melaksanakan segala apa yang telah Allah perintahkan baik itu yang bersifat wajib maupun sunnah. Banyak alasan dari belum melakukan sesuatu, mungkin karena sibuk dengan kegiatan lain, belum merasa urgen (terdesak), belum merasakan manfaatnya, belum memiliki kemampuan, dan lain-lain. Anda mempunyai berbagai alasan terhadap ketidakmauan Anda melakukan sesuatu. Namun alasan yang paling berbahaya adalah ketika Anda tidak melakukan sesuatu karena malas memulainya!.
Jangan pernah merasa takut bila menganggap Allah tidak akan menerima amalan kita karena kita telah banyak dosa. Namun yakinlah bahwa Allah tidak akan sedikit pun lengah untuk melihat dan mencatat segala amalan-amalan baik kita kapanpun dan di manapun kita berada.Pola hidup inilah yang harus dimiliki orang-orang yang optimis dan tak mengenal putus asa. Karena putus asa hanya milik orang yang kafir terhadap nikmat Allah, bukan milik orang yang beriman kepada Allah. “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, kecuali orang yang kafir” (QS. 12: 87).
Rendah hati jangan di lupa. Kerendahan hati (tawadhu) adalah sifat yang harus kita miliki jika ingin sukses. Kerendahan hati adalah lawan kata dari takabbur (sombong). Seseorang belum dikatakan rendah hati kecuali jika telah melenyapkan kesombongan yang ada dalam, dirinya. Semakin kecil sifat kesombongan dalam diri seseorang, semakin sempurnalah ketawadhu’annya dan begitu juga sebaliknya.
Implementasi dari rendah hati adalah bahwa ia harus selalu bersyukur akan segala nikmat yang Allah berikan. Ia tidak merasa gundah gulana melihat orang lain mempunyai kelimpahan harta da kemewahan. Ia juga tidak merasa sombong dengan apa yang dimilikinya dibandingkan mereka yang memiliki kekurangan. Hanya Allahlah tempat ia bersyukur dan mensykuri segala nikmat yang diberikannya dengan hanya mengharap segala keridhoan dariNya dengan apa yang telah diberikan.
Insya Allah dengan kita menjalankan POWER, kita akan merasa dekat dengan Allah. Dan bila kita dekat dengan Allah, hati kitapun akan tenang, tentram dan damai.
 

--^^ CINTA namun LUPA ^^--

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh

Rasulullah SAW telah bersabda, "Akan datang pada waktunya, umatku akan mencintai 5 (lima) hal tapi lupa kepada 5 (lima) lainnya:

1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.
2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.
3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.
4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.
5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."

Barangsiapa yang mengakui 3 (tiga) hal tetapi tidak menyucikan diri dari 3 (tiga) hal yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.
1. Orang yang mengaku manisnya berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.
2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia ingin mendapat pujian dari manusia.
3. Orang yang mengaku cinta kepada Allah yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya. (Imam Al-Ghazali)

Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

☆╰♥♥●•☆Cerita Abi & Ummi☆╰♥♥●•☆


"Abi, Ummi pusing mikirin Adhien( si Ummi dalam crita ini) masa belom merit juga?"

"Biasalah Ummi, belom jodohnya kaleee, relax oke?"

"Relax... Relax ajah nech Abi, emang Abi mau putri semata wayang kita jadi "Peratu"?

"Wah bagus itu Ummi, jadi Ratu (Abi rada budek, gak ngeh sama omongan Ummi)

"Bagus dari Paris Abi! Perawan tua! Masa anak kita dibiarin jadi perawan tua! Idih gak banget tau! Cariin kek sono, ngarepin dia nyari sendiri kayaknya gak jelas. Galak gitu sama cowok"

"Mendingan kayak gitu Ummi bisa jaga diri, daripada kayak barbie. Amit-amit punya anak dengan kostum mini plus kekecilan gitu"

"Pokoknya Ummi gak mau tau Abi, tahun ini si Adhien harus nikah, Titik."

"Wah perintah gane, kayak presiden ajah nech Ummi, emang jodoh Ummi yang ngatur? Istighfar Ummi, semua itu Allah yang ngatur, kita hanya bisa ikhtiar aja"

"Nah yang terakhir itu, ikhtiar. Ummi setuju Abi, susah punya tanggungan anak cewek nich, Ibu-ibu arisan pada nanya terus. Kapan si Adhien nikah? Lama-lama Ummi sebel Abi"

"Biarin ajah, emang yang mau biayain nikahnya ibu-ibu arisan? Cuek ajah Ummi, ntar kalo udah jodoh ya tetap nikah kok

"Please.... Abi, gak kasian apa sama Ummi? Sama Adhien?"

"Iya iya ntar Abi cariin. Tapi gak boleh protes" (Gini nech ibu-ibu maunya maksa, harus dapet apa yang dipinta, hadeuh, Ummi)

"Ok, thanks Abi" (yes... Yes.... Abi emang mudah ditaklukan, xixixi:-D)

☆╰♥♥●•☆☆╰♥♥●•☆☆╰♥♥●•☆☆╰♥♥●•☆

"Whaaaat!!! Dijodohin Ummii......? Hari gini pake jodoh-jodohin? Yang bener ajah dech. Gak gak gak maaauuuu...... Gak gak gak gak relaaaa....... Adhien gak mau titik"

"Sejak kapan kamu berani ngelawan orang tua Din? Mau masuk neraka gara-gara ngebantah Ummi"

"Tapi gak gini juga kaleee Ummi. Abiii..... Help me please....???"

"Dengerin ajah kata Ummi, lagian kan baru taaruf doank, bukan nikah. Kalo gak suka kan boleh nolak, aduh..."(Ummi, nginjek kaki Abi)

"Ah pokoknya Ummi suka kalo Adhien nikah sama dia, setuju banget dah. Orangnya baik, agamanya juga bagus. Ganteng lagi" Ummi berusaha meyakinkan Adhien.

"Kenapa gak Ummi ajah yang nikah sama dia, sepertinya yang naksir dia Ummi deh, bukan Adhien, benerkan Abi?"

Muka Abi langsung berkerut.

"Tenang Abi, Abi tetep pangeran Ummi kok, yang lain sech gak ngaruh. Siap-siap buat ntar malem. Awas kalo Adhien bertingkah macem-macem! Dandan dikit kek, brantakan gitu. Asal-asalan ajah"

"Oke, kalo Adhien gak suka boleh nolak kan? Kalo gak boleh ntar Adhien bikin onar acaranya. Serius nech. Deal Ummi???"

"Deal.... Awas kalo ingkar janji?"

"Iyah, slama Ummi gak ingkar janji juga"

☆╰♥♥●•☆☆☆╰♥♥●•☆☆☆╰♥♥●•☆☆☆╰♥♥●•☆☆

Aduh, Ummi kebangetan dech. Masa gak mau bilangin dijodohin sama siapa. Katanya Adhien kenal sama dia? Tapi siapa? Huaaaa..... Bete nech. Katanya habis isya mau datang ke rumah. Abi juga gak bisa nolongin kalo Ummi udah ada maunya. Ada-ada ajah dech. Kok deg deg degan gini yach?
Perasaan gak enak nich. Kayaknya udah rame di luar. Aduh jadi malu nech. Ntar mau ngapain yach. Aahaa. Kita ngintip dulu calonnya siapa. Rugi donk kalo gak di liat ntar siapa tahu yang ngelamar tuch makluk halus, dedemit, alien dan sebangsanya. Ih gak banget dech. Ogah xixixi:-D

Haaahh. Jadi dia yang mau ngelamar Adhien? Kenapa Ummi gak bilang-bilang sich? Kalo dia, gak, gak bakalan nolak, alias mau banget. Ih Adhien genit ah. Percaya gak percaya, Cinta kadang membuat kita melakukan hal bodoh dan terlihat bodoh di depan orang yang kita cinta. Suit.... Suit.... Pangeran gue ngelamar, hahay. Asyeeekkk. (Lagi dirasuk jin nafsu tingkat tinggi, xixixi:-D)

"Baaa..... Ngapain senyam-senyum? Gimana suka gak dengan pilihan Ummi?"

Pipi Adhien memerah dan menunduk, Ummi mengacungkankan jempolnya pada Abi. Lamaran diterima.

Pernikahan 2 minggu lagi. Tapi calon suami gak pernah nengokin. Hanya kirim kabar lewat Abi ajah. Katanya mau menjaga hati coz belum halal. Bener juga, ntar kebanyakan nefsongnya. Gawat kalo gitu, jadi temennya syetan donk.

Acara walimahan digelar dengan sederhana di rumah. Ummi masih inget waktu habis ijab kabul Abi nemuin Ummi di kamar.
Dan tiba-tiba.....

"Kyaaaa........" Ummi teriak and menutup mulut
Serta merta plus bikin kaget orang-orang seisi rumah

Apa yang terjadi sebenarnya? Penasaran? Mau tau? Tunggu di chapter Selanjutnya^_^

(¯`*•.¸ Melihat Aib Diri ¸.•*´¯)

*`• ...…* ♥ (¯`*•.¸*♥*¸.•*´¯) ♥ *....… •´*
.......♥♥ Melihat Aib Diri (¯`*•.¸*♥*¸.•*´¯) ♥



بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



" Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang hanba maka Dia menjadikan hamba melihat aib dirinya sendiri."

☀☆☀☆

Suatu hari Umar Radhiyallahu 'anhu berkata kpada Salman. "Apa saja yang kau dengar tentang diriku yg tak kau sukai, wahai Salman ?"

Mendengar pertanyaan yang tak disangkanya itu Salman hanya diam. Hatinya memang menyimpan gunjingan orang tentang Umar, tapi demi menjaga persahabatan mereka, ia tak akan menyampaikan itu. Salman tak bersedia menjawabnya. Tapi, rupanya Umar terus mendesak.

"Aku mendengar bahwa engkau menumpuk dua lauk dalam satu piring dan engkau memiliki dua pakaian, pakaian siang dan pakaian malam," ujar Salman.

"Adakah hal lain yang kau dengar ?" tanya Umar lagi.
"Tidak."
"Kedua hal itu sudah kutinggalkan." ujar Umar lega.

Umar mengajukan pertanyaan itu dengan satu tujuan yang pasti, Mengetahui AIB DIRI. Umar tentulah bukan orang yang tak suka bermuhasabah dan bertafakur tentang amal dirinya. Kegiatan introspeksi itu pastilah sudah ia lakukan. Tapi Amirul Mukminin setelah Abu Bakar itu masih merasa kurang. Ia takut keterbatasan diri membuatnya luput melihat aib dirinya secara utuh. Makanya ia menemui Salman sebagaimana dia juga menemui Khudzaifah, seorang sahabat yang dipandang memegang rahasia Rasulullah serta sangat tajam pandangannya dalam melihat orang munafik.
"Adakah kau melihat tanda-tanda kemunafikan dalam diriku, Khudzaifah ?" tanya Umar.

Yang dianggap aib oleh salman dan dibenarkan oleh Umar tentu bukanlah perkara besar jika diukur dengan nilai yang berlaku saat ini. Makan dengan dua lauk dalam satu piring bukanlah hal yang patut dicela karena sekarang sudah lazim orang makan dengan lauk beraneka ragam. Begitu pun memiliki dua pakaian berdasarkan waktu siang dan malam juga bukan hal yg merupakan aib saat ini. Tapi hal ini menjadi gunjingan di masa Nabi karena nilai dan etika waktu itu memang masih demikian murni.

Jika Nabi menganggap Aisyah, isteri tersayangnya, makan terlaku banyak saat didapati makan dua kali sehari, tentulah apa yang dilakukan Umar bisa dipandang sebagai hal yang berlebih-lebihan. Dan umar dengan ketakwaannya tak lagi mengulangi dua perbuatan itu.

☀☆☀☆

Menengok kisah ini kita sungguh malu jika melihat kehidupan kita hari ini. Adakah kita pernah bertanya kpada teman yang dapat dipercaya atau kepada seorang ustadz yang kita anggap shaleh tentang aib diri kita ?.. Pernahkah kita, dngan hati ikhlas dan jujur, berusaha mencari tahu apa saja kekurangan-kekurangan diri kita selama ini sebagai pijakan untuk memperbaikinya di kemudian hari ?..

Tentu sulit menjawab bahwa hal ini sudah atau kerap kita lakukan. yang terjadi malah bisa malah bisa sangat berlainan. Aib yang terkadang sudah sangat telanjang terlihat bukanlah satu hal yang memalukan saat ini dan bukan pula satu hal yg menjadi cambuk diri untuk segera di perbaiki.

Dalam kondisi lain, dan ini yang sering kita hadapi, adalah kondisi saat kita begitu mudah melihat kesalahan orang lain namun tak mampu melihat kesalahan diri sendiri. Benarlah sebuah pepatah lama yang menyebut kotoran kecil di mata saudara dapat terlihat tapi anak hewan di mata sendiri tak terlihat.

Kita terlalu mudah mengkritik dan membeberkan kekurangan orang lain tapi sedikitpun tak tahu kekurangan diri sendiri yang terkadang jauh lebih banyak dan lebih besar dari kesalahan orang lain. Hal inilah yg terkadang membuat kegiatan mengkritik sangat dekat dengan sifat kedengkian.

Jika Umar sampai tergopoh-gopoh bertanya pada sahabatnya tentang aib dirinya tentulah perkara ini sangat besar nilainya. Umar bahkan mengirim doa bagi siapapun yg membeberkan aib dirinya kepadanya. Karena hal itu adalah kebaikan baginya sekaligus poin penting untuk menjadi hamba yang lebih bertakwa dan lebih ikhlas.

Aib yg diketahui sama dengan penyakit yang berhasil didiagnosa. Inilah hakikat dari penyucian jiwa yg sering diajarkan orang saleh yakni dengan takhliyah (mengosongkan jiwa dari perbuatan tercela), yang di lanjutkan dngan tahliyah (menghiasinya dngan sifat terpuji).

Mukmin sejatinya sudah dijadikan sebagai cermin bagi mukmin yang lain. Merekalah pihak yang menjadi subyek konsep saling menasehati dalam kebenaran dan sabar.

Aib seorang mukmin dapat terlihat pada mukmin yang lain , begitu sebaliknya.

Cukuplah ini sebagai pelajaran bagi semua,, berusaha melihat aib sendiri dengan hati ikhlas dan kesungguhan memperbaikinya...


ღ☆ღ*¨*¤*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸::♥: Hamba ﷲ :♥::.¸¸.¤*¨*ღ☆ღ¸.¤*¨*ღ☆ღ


♥!♥ !! ♥!!♥ ' ♥..♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥‌♥♥ !"♥♥!♥ ♥ ♥ ♥

             ♥                   ♥

♥ ♥ '♥ '. ♥ '♥ '. ♥ ' ».................. ♥
.............. ♥♥             ♥

♥Ya... ALLAH ..
I Want To Be A Perfect Muslim

.¤*¨¨*¤.¸¸.¤*¨¨*¤.¸¸.
\¸..Allahu Akbar.¸¸.
.\¸.¤*¨¨*¤.¸¸.¤*¨¨*¤.¸¸ .♥ ♥ '♥ '. ♥ '♥ '. ♥ ' ».................. ♥
...\
☻/...
/▌....
/ \...... 

Minggu, 23 Oktober 2011

--^^ Surat dari Anak yang d'ABORSI ^^--


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh

Teruntuk Bundaku tersayang...

Dear Bunda...

Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja...nanda juga di sini baik-baik saja bunda... Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda....

Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat...

Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini, tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda....badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik... dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.

Tapi nanda tidak kecewa kok bunda... karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya.

Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu Allah bilang, bunda kamu malu sayang... kenapa bunda malu? karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram... anak haram itu apa ya Allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah... Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah, ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan Allah Ridhoi. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.

Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah, walaupun Dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja, pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan nanda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe,,,maaf ya bunda, nanda bawel banget... nanti saja, nanda tanyakan bunda kalau kita ketemu

Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di syurga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api lho bunda...minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya...yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget deh bunda.

Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama nanda, Nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya...di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ.... nanda sayang bunda... nanda kangen dan ingin bertemu bunda... nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin kita tinggal bersama di syurga... nanda takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu...

Lalu, dengan lembut malaikat berkata... nak,kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka... sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu.

Saat mendengar itu, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda, menurut nanda Allah itu baik banget bunda.... Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk Nya asal mereka mau bertaubat nasuha... bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini... nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh... nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata Allah di sana panas banget bunda... antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi Adam kumpul disitu... tapi bunda jangan khawatir, Allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti nanda bisa ketemu kalian.

Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya.... biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda...jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak.

Sudah dulu ya bunda... nanda mau main-main dulu di syurga.... nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini... nanda sayang banget sama bunda....muach!
----------------------------------------------
STOP PACARAN and SEX BFORE MARRIED...
AVOID to ABORTION...!!!!!